Diduga Akibat Pembangunan Perumahan, Warga Cijayanti Bogor dihantam Banjir 3 Meterv

Titikspasi.com – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bogor pada Rabu (11/2/2026) sore berubah menjadi bencana bagi warga Kampung Carewed, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang.
Delapan rumah rusak diterjang banjir bandang, sementara air meluap hingga ke jalan raya dan merendam sejumlah toko, bahkan menyeret sebuah minibus.
Banjir dipicu luapan Kali Cisarapati yang tak mampu menampung debit air setelah hujan deras mengguyur selama beberapa jam.
Namun warga menduga, ada faktor lain yang memperparah terjangan air tersebut.
Sekretaris RW 01 Desa Cijayanti, Deden (33), menyebut banjir kali ini sebagai yang paling parah sepanjang sejarah kampung mereka.
Ketinggian air di RW 01 mencapai dua meter, bahkan di RT 03 menyentuh tiga meter.
“Di wilayah RW 01 setinggi dua meter, kalau di RT 03 bisa sampai tiga meter,” ujar Deden, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, air datang dengan arus yang sangat deras dari kawasan atas dan langsung menghantam permukiman warga.
Beberapa dinding rumah tak mampu menahan tekanan hingga jebol dan rusak berat.
Meski tak ada korban jiwa, kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan.
“Airnya deras banget, kiriman dari atas langsung menerjang rumah-rumah sampai ada yang jebol,” jelasnya.
Deden menuding banjir tak semata-mata akibat hujan deras.
Ia menduga pembangunan perumahan di kawasan yang sebelumnya merupakan hutan dan kebun telah mengurangi daya resap tanah.
Akibatnya, saat hujan turun, air tidak lagi tertahan dan langsung mengalir deras ke wilayah yang lebih rendah, termasuk Kampung Carewed.
“Kejadian seperti ini baru pertama kali dan banjirnya parah banget. Air dari atas meluncur deras banget,” ucapnya.
Warga mengaku sebelumnya wilayah tersebut memang pernah terdampak genangan saat hujan besar, namun tidak pernah sampai merusak rumah apalagi dengan ketinggian air mencapai tiga meter.
Kini, setelah air surut, warga masih membersihkan lumpur yang mengendap di dalam rumah.
Mereka berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap dampak pembangunan di kawasan atas agar peristiwa serupa tak kembali terulang setiap kali hujan deras mengguyur Bogor.



